Selasa, 03 Maret 2009

Paguyuban Pecinta Maria "Santa Perawan Maria Bintang Timur"




Paguyuban Pecinta Maria (PPM) Santa Maria Bintang Timur terbentuk di Gereja Katholik Santo Andreas Ampel pada tanggal 15 Agustus 2006 bertepatan dengan Perayaan Maria diangkat ke Surga, yang beranggotakan Bapak, Ibu umat dari Wilayah Ampel Paroki Boyolali. Jadi PPM sudah terbentuk hampir 3 tahun.
Saat itu, terpilih pengurus PPM sebagai berikut :
a. Ketua I : Ibu Indriastuti Sutomo
b. Ketua II : Ibu Etie Dyah Sulistyaningsih (Ibu Etie Eko Mintarso)
c. Sekretaris : Bp. Antonius Eko Mintarso
d. Bendahara I : Ibu Lidya Untung Supriyanto
e. Bendahara II : Ibu Umboro Andreas Andrianto
f. Moderator : Ibu V. Sri Hartanti Harsono
sedangkan sebagai Penasihat PPM : Romo Sebastianus Ismu Haryanto, Pr

Visi dan Misi Paguyuban Pecinta Maria "Santa Perawan Maria Bintang Timur" adalah :
Visi : Per Maria Et Jesum (Melalui Maria menuju Yesus)
Misi : Mengambil bagian dari tugas Maria yaitu mengunjungi orang-orang yang mbobot dan abot dalam rangka meringankan beban mereka.

Sejak terbentuknya PPM "Santa Perawan Maria Bintang Timur" sudah banyak kegiatan yang dilakukan antara lain kunjungan kepada umat yang kesusahan, sebagai petugas liturgi setiap Minggu pertama dalam setiap bulan dan kunjungan-kunjungan yang lain.
Pada Minggu pertama selalu diadakan pertemuan rutin yang diisi dengan doa, pembinaan rohani, laporan keuangan dan laporan kegiatan PPM selama sebulan. Disamping itu ada pundi-pundi rohani, dimana masing-masing anggota mendoakan anggota yang lain (tidak perlu disebutkan, cukup diucapkan dalam hati).

Dalam PPM juga terbentuk seksi-seksi yang mempunyai tugas masing-masing. Seksi-seksi tersebut antara lain : Pangrukti Loyo, Liturgi, transportasi, perlengkapan dan Seksi Sosial.

Demikian sekilas mengenai PPM. Semoga teladan Bunda Maria selalu menjadi teladan para anggota PPM, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kepedulian terhadap sesama terutama
mereka yang sedang dirundung duka semakin bertambah. PPM selalu mengundang umat yang lain untuk bergabung menjadi anggota PPM.

Untuk ibu Indriastuti Sutomo yang saat ini masih sakit, semoga segera mendapat kesembuhan. Teriring salam dan doa. Sekretaris PPM

9 komentar:

  1. Someone in somewhere4 Maret 2009 22.51

    saya senang dengan adanya Blog khusus dari Gereka Katholik Santo Andreas Ampel.
    Saya mohon kabar dan berita seputar umat Stasi Ampel, karena saat ini saya jarang sekali bisa mengikuti Misa di Gereja Katolik Santo Andreas Ampel, karena kondisi saya atau tempat tinggal saya jauh dari Ampel.
    Untuk seluruh Umat Stasi Ampel umumnya dan Kring Kaligentong khususnya, salam hangat selalu.
    GOD BLESS ALL.

    BalasHapus
  2. Terima kasih, untuk saat ini, banyak dari umat kita yang terpaksa harus meninggalkan Gereja kita karena pekerjaan, dll. Tapi saya percaya, mereka semua, termasuk anda selalu merindukan Gereja kita di Ampel. Khabar tentang Gereja dan umat Ampel selanjutnya, akan kami posting lain waktu. Trims. Berkah Dalem...!

    BalasHapus
  3. asline aku gak mudeng blog kuwi opo lho mas...

    BalasHapus
  4. sak puniko sampun mangertos BLOG nggih...!

    BalasHapus
  5. aku percaya, kemajuan teknologi akan membawa dampak positif bagi perkembangan Gereja kita. Ngoten mas Tarso???

    BalasHapus
  6. kulo nggih remen kalih kemajuan Gereja Katolik Stasi Ampel.
    Wonten kutho alit mboten punopo, ingkang penting mboten ketinggalan jaman.

    BalasHapus
  7. tuk mbak umboro, udah ambil gambarnya???

    BalasHapus
  8. kok dari kemarin, belum tambah postingnya? Kapan posting berita terbaru Gereja Ampel??

    BalasHapus
  9. We have to read a statement on a first line of this page:

    "Paguyuban Pecinta Maria adalah salah satu kegiatan dari Bapak-bapak dan Ibu-ibu Umat dari Stasi Ampel, Paroki Boyolali"

    I think this group is not only for merried. But also for young people who wants to joint to. They are the young generetaions of the churce, they are the next generation of this religus group.

    beberapa hal yang sering menjadi pertanyaan bagi kami adalah :
    1. Mengapa ketika ada pasutri baru sering
    ditawari menjadi anggota PPM
    2. Mengapa tidak ada ajakan bagi kaum muda dan
    anak-anak untuk menjadi anggota PPM
    3. Bukankah PPM dibentuk sebagai awal atau
    embrio adanya Legio Maria? Sedangkan
    dimanapun setahu kami, Legio Maria diisi
    oleh kamum dari berbagai jenjang usia

    Sehingga muncul suatu pertanyaan, untuk apakah PPM berarti suatu paguyuban babak dan ibu, yang tidak memungkinkan adanya tempat bagi kaum muda (mudika, misdinar dan anak-anak) untuk bergabung.

    semoga hal ini bisa menjadi bahan permenungan kita bersama, untuk lebih mengedepankan hakikat paguyuban dalam pengembangan gereja Ampel yang masih saja stagnan. Semoga Tuhan memberkati karya kita semua.

    BalasHapus

bila anda memang peduli dan berkenan memberi masukan, pesan, kesan, serta kritik, silahkan tulis komentar anda...