Selasa, 12 Oktober 2010

PERTEMUAN RUTIN PPM “SANG BINTANG TIMUR” DAN TEMU UMAT WILAYAH MARIA LOURDES DAN WILAYAH MARIA TAK BERNODA


AMPEL, 3 DAN 4 OKTOBER 2010

Pada hari Minggu, 3 Oktober 2010, PPM “Sang Bintang Timur” kembali mengadakan pertemuan rutin yang diikuti hampir semua anggota PPM.


Tidak ada pembahasan lebih lanjut dari pertemuan ini, karena banyak kepentingan lain yang harus segera dilakukan para anggota PPM. Dalam pertemuan ini, hanya membahas mengenai persiapan pertemuan Temu umat 2 Wilayah bersama dengan Romo Paroki dan Para Panitia Temu Umat dari Paroki.


TEMU UMAT WILAYAH MARIA LOURDES DAN MARIA TAK BERNODA bersama ROMO PAROKI DAN PANITIA TEMU UMAT PAROKI, Senin 4 Oktober 2010


Pada tanggal 4 Oktober 2010, para umat dari 2 Wilayah Maria Lourdes dan Wilayah Maria Tak Bernoda mengadakan pertemuan bersama dengan Romo Herman Yoseph dan Tim Temu Umat Paroki Boyolali yang terdiri dari :
1. Bapak Petrus Sarijo
2. Bapak Stefanus Suryadi
3. Bapak Yohanes Sunaryo
4. Bapak Deo
5. Ibu Lusia Wahyuningsih


Tujuan diadakan pertemuan :
1. Memilih pengurus Dewan Paroki
2. Memilih pengurus Harian Paroki Boyolali
3. Revisi PDPP 2006
4. Usulan Musyawarah

Banyak hal yang dibicarakan dengan umat di Ampel, dan Puji Tuhan, acara berlangsung dengan baik ditandai dengan partisipasi umat yang antuias dalam mengikuti acara.

Bimbingan dan Pengarahan Romo Herman Yoseph
Dalam istilah Gereja dikenal istilah “Eclesia Semper Reformanda” yang bermakna Gereja yang selalu membaharui diri, dengan tujuan utama agar Gereja tidak ketinggalan jaman.
Dalam kehidupan menggereja perlu melihat ke belakang dahulu untuk berkembang semakin cepat, diperlukan evaluasi tentang apa yang sudah ada dan dilaksanakan disamping itu juga membutuhkan usulan-usulan demi perkembangan menuju kea rah yang lebih baik.
Gereja sebagai “Organisme” adalah sebagai sekelompok orang yang percaya kepada Kristus. Mempunyai beberapa persyaratan, antara lain :
1. Persekutuan : umat yang duduk bersama didalam Tuhan
2. Cargima (Pewartaan Sabda Tuhan) : mewartakan sabda Tuhan kepada orang-orang
di sekitar kita.
3. Pamfilia : Ibadat bersama
4. Diakonia : pelayanan bagi Gereja dan Masyarakat.



Sharing Pengalamn-pengalaman Dewan Paroki dalam Pelayanan kepada Seluruh Umat (dipimpin oleh Bapak Deo)

Di dalam Dewan Stasi terdapat 6 bidang pelayanan, antara lain :
1. Liturgi
2. Pewartaan
3. Diakonia
4. Canonia
5. Kerumahtanggan
6. Litbang

Didalam menjalankan tugas masing-masing tentu ada kelebihan dan kekurangan dari masing-masing bidang, oleh karena itu, seluruh umat yang hadir dimnta untuk menyampaikan kelebihan, kekurangan dan usulan-usulan yang membangun demi perkembangan kearah yang lebih baik.

Pada kesempatan yang diberikan, para umat menyampaikan kelebihan, kekurangan dan juga usul-usul yang diharapkan berguna bagi pelayanan umat.
Kelebihan yang ada :
1. Kebutuhan liturgi dilengkapi secara cepat oleh Paroki, sebagai contoh text
untuk Ibadat Liturgi, Hosti dsb.
2. Informasi tentang apa saja yang selalu diberikan secara cepat kepada Stasi.
3. Para umat diberi kesempatan untuk berbuat baik dengan diadakannya amplop
persembahan,dsb.

Kekurangan Dewan Paroki :
1. Belum pernah dari Paroki mendampingi Stasi dalam pembuatan PDPP
2. Belum ada pembinaan langsung tentang tata cara Ibadat Ekaristi ataupun acara
Gerejani yang lain seperti Koor, Pangrukti Laya, dsb.

Usulan-usulan yang diberikan umat, antara lain :
1. Teks Liturgi sebaiknya Ampel minta ke Paroki Boyolali atau sebaliknya?
2. Dengan pembagian wilayah, dirasakan wilayah semakin kecil, sehingga umat
yang hadir dalam pertemuan semakin sedikit, bagaimana sebaiknya?
3. Untuk Prodiakon, pembatasan usia dan masa kerja (maksimal 2 kali)
diperbaharui menjadi umat yang sehat jasmaninya.

Jawaban atas usulan umat :
1. Teks Liturgi, sebaiknya Stasi yang ngalahi ke Boyolali
2. Sejarah kelingkunganan di Keuskupan Agung Semarang menjadi percontohan bagi
keuskupan yang lain. Mengapa dibuat lingkungan, karena dengan lingkungan
diharapkan Gereja semakin menyentuh lingkungan sekitar, disamping itu
memungkinkan semakin banyak umat yang terlibat dalam kegiatan menggereja.
Dalam membangun komunikasi iman, yang diutamakan terlebih dahulu adalah
kualitasnya bukan kuantitasnya, karena belum tentu umat dengan jumlah besar
lebih baik dari umat dengan jumlah sedikit. Karena itu diperlukan Militansi
dengan tujuan untuk membangun komunikasi iman kepada Tuhan menjadi lebih
baik.
3. Umur menjadi Prodiakon adalah minimal 18 tahun, minimal 3 tahun
dipermandikan dan maksimal 75 tahun.

Usulan umat untuk Nama-nama yang akan dicalonkan sebagai pengurus Dewan Paroki, yaitu :
Wakil Ketua 2 : Bapak FX. Windu
Bapak Y. Sunaryo
Sekretaris : Ibu Lusia Sri R
Bapak Y. Deo S
Bendahara : Sdr Yutiniana SA
Sdr Albertus Trisno Adi
Kepala Bidang : Ibu Probo Jati
Ibu Endang
Bapak Tris Santosa
Bapak Ignatius Guritno
Bapak Bambang H
Bapak St. Suryadi

Nama-nama umat yang dipilih untuk mengikuti musyawarah pada hari Minggu, 24 Oktober 2010, yaitu :
1. Lingkungan Barnabas : Bapak Yeni
2. Lingkungan Florentinus : Ibu Lidya
3. Lingkungan Hipolitus : Ibu Wahyu
4. Lingkungan Yustinus : Bapak YZ. Suwanto
5. Lingkungan Ignatius : Bapak H.S Sarman
6. Lingkungan Nasareth : Ibu Jadi
7. Lingkungan Theresia : Ibu Etie Dyah Sulistyaningsih

Demikian kegiatan yang telah dilaksanakan, semoga Musyawarah pada hari Minggu, 24 Oktober 2010 berjalan dengan baik dan berguna bagi seluruh umat di Paroki Boyolali.

Tuhan memberkati dan Berkah Dalem.

Senin, 06 September 2010

Ulang Tahun Ke-4 PPM




Pada hari Minggu, 5 September 2010, di Gereja Katolik Santo Andreas Ampel diadakan acara syukuran Ulang Tahun ke-4 PPM yang sebenarnya tanggal 15 Agustus 2010. Karena berbagai alasan, maka ulang tahun ke-4 PPM Sang Bintang Timur Ampel diundur sampai tanggal 5 September 2010.

Rencana awal Ulang Tahun akan diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus 2010, tetapi karena bertepatan dengan acara Ulang Tahun ke-40 pemberkatan Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali, maka acara Ulang Tahun PPM diundur.

Dalam acara ulang tahun PPM ini, hanya sedikit acara yang diadakan, antara lain hanya makan tumpeng, dilanjutkan dengan pembinaan iman oleh Romo Sunyoto, Pr.
Inti dari pembinaan Romo adalah untuk lebih giat dalam mendalami Kitab Suci, seperti Bunda Maria, dalam keseharian dan dalam bermasyarakat.
Selesai pembinaan, ada sedikit perubahan pengurus, menjadi :
Ketua I : Ibu Indriastuti Sutomo
Ketua II : Ibu Umboro
Sekretaris : Bapak Antonius Eko Mintarso
Bendahara I : Ibu Lidya Untung Supriyanto
Bendahara II : Ibu Etie Dyah Sulistyaningsih
Sosial : Ibu Wasiat

Setelah selesai acara, PPM melanjutkan acara kunjungan ke rumah Bapak Cipto yang sedang berduka karena Ibunda dari Bapak Cipto meninggal dunia 2 hari yang lalu.
Dari rumah bapak Cipto Wiratmo, PPM melanjutkan kunjungan ke rumah Ibu Lidia untuk besuk anak ketiganya "Sinta" yang kemarin terkena air panas.

Demikian sekelumit acara PPM,semoga menjadi berkat bagi semuanya. Tuhan memberkati dan Berkah Dalem.
Foto selengkapnya dapat dilihat di : http://www.facebook.com/album.php?aid=33878&id=1818055198&saved (bagi pengguna Facebook)

Sabtu, 29 Mei 2010

ZIARAH KE GUA MARIA RATU, BESOKOR – KENDAL, Jumat, 28 Mei 2010









Hari Jumat, 28 Mei 2010, Paguyuban Pecinta Maria (PPM) Sang Bintang Timur Ampel kembali mengadakan kegiatan Ziarah ke Gua Maria. Kegiatan Ziarah kali ini menuju Gua Maria Ratu Besokor Kendal.
Tempat ziarah relegius gua Bunda Maria Ratu ini terletak di Dusun Besokor, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kendal, pada hari Minggu 29 Juni 2003. Tempat ziarah seluas 50.000m2 itu terletak di ketinggian 300m di atas permukaan air laut, di jalan raya Weleri-Sukorejo. Lokasi itu berjarak sekitar 3km ke arah selatan Weleri, sebuah kota yang jaraknya kira-kira 17km sebelum kota Kendal atau 29 km sebelum Semarang (dari arah barat).

Pada pukul 07.30 WIB Rombongan berdoa bersama dipimpin oleh Ibu Suwarni Suharto dan segera berangkat menuju tempat ziarah. Kegiatan kali ini diikuti oleh 26 orang.

Pukul 10.45 WIB, kami tiba di Gua Maria Ratu Besokor Kendal. Selama 15 menit kami segera menuju tempat ziarah, dan mulai pk 11.00 WIB kami segera memulai jalan Salib yang dipimpin oleh Bapak Yohanes Sugino.
Rombongan segera mengikuti prosesi jalan salib dengan jalur yang menanjak, hingga membuat peserta jalan salib berkeringat cukup banyak, disamping harus ekstra hati-hati karena lokasi Gua Maria ini didaerah tebing yang terjal dan Paving yang sudah lumutan disana-sini, sehingga jalan menjadi licin.

Pemberhentian I sampai dengan pemberhentian XIV kami lewati dengan pasti, dengan sedikit napas memburu kami tetap setia mengikuti prosesi jalan salib. Kelegaan terpancar dari wajah para peserta disaat rombongan berada di pemberhentian XIV. Kekhusukan dapat kami rasakan mengalir dalam sanubari kami, setidaknya itu yang bisa dirasakan oleh penulis.



Jalan Salib selesai pada pukul 12.30 WIB dilanjutkan dengan makan siang, dan setelah selesai makan, kami segera menuju tempat wisata Curug Sewu pada pukul 13.00 WIB.





































Curug Sewu
Pada pukul 14.00 WIB, rombongan sampai di lokasi wisata Curug Sewu, yang punya Sepeda Motor Vespa sebesar rumah, kebun binatang, dan yang paling menarik adalah adanya air terjun ysng sangat besar, bisa diibaratkan sebagai Niagaranya Kendal.
Karena fisik kami yang sudah terkuras saat jalan salib, maka tidak ada keinginan dalam hati kami untuk turun ke air terjun, oleh karena itu pada pukul 14.30 WIB kami segera meluncur ke Plantera Fruit Paradise (Kebun Ngebruk).


Plantera Fruit Paradise (Kebun Ngebruk)
Plantera Fruit Paradise (Kebun Ngebruk) adalah tempat yang menyediakan buah-buahan dengan kualitas yang sangat bagus, dan juga menyediakan wisata perkebunan, kita bisa memetik langsung buah dari pohonnya. Untuk dapat mengikuti perjalanan di dalam kebun dengan menggunakan kendaraan khusus, kita harus membayar sebesar Rp 25.000,-
Pada saat panen raya, kita bisa menikmati buah-buahan didalam kebun secara langsung dan gratis, kecuali kalau kita membawanya pulang, tentu saja kita harus bayar.




Pada pukul 16.00 WIB rombongan pulang menuju Ampel, dan tiba di garasi Maharani pada pukul 18.50 WIB.

Foto selengkapnya : http://www.facebook.com/album.php?aid=22908&id=1818055198&saved#!/album.php?id=1818055198&aid=22908&s=0&hash=bd12edef2e3a72a42dd23a17775624de

Ampel With Love, Berkah Dalem.

Senin, 03 Mei 2010

Tugas Pembukaan Bulan Maria, Kunjungan ke Ungaran dan Ziarah ke Goa Maria Kerep Ambarawa

Bulan Mei adalah Bulan Maria. Sebagai Paguyuban yang menyatakan diri sebagai pengikut setia Bunda Maria, maka Paguyuban Pecinta Maria Sang Bintang Timur Ampel diberi tugas dan Kepercayaan dari Romo Paroki untuk bertugas sebagai regu koor pada pembukaan Bulan Maria yang diselenggarakan pada hari Jumat, 30 April 2010 pukul 18.00 WIB, bertempat di Gereja Katolik Hati Tak bernoda Santa Perawan Maria Boyolali.

PPM-Ampel bertugas bersama para legioner Paroki Boyolali, bisa dikatakan hanya membantu mereka melaksanakan tugas saat itu.

Kunjungan ke Ungaran

Pada hari Minggu, 2 Mei 2010, setelah pertemuan rutin, PPM-Ampel melakukan kunjungan ke Ungaran untuk menemui Ibu Sri Suratmi yang sedang sakit, dan saat itu berada di rumah Regina Indarwati, di Perum Sidosari Town House Blok B no 69.
Sesampai disana, kami bertemu dengan ibu Sri Suratmi yang ternyata kondisinya sudah membaik, hanya perlu check up lagi ke Rumah Sakit, semoga saja kondisinya semakin lama semakin membaik dan segera mendapatkan kesembuhan, sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Setelah berbincang-bincang sembari melepas penat, kami berdoa bersama, dan setelah doa, kami segera berpamitan untuk melanjutkan perjalanan.

Ziarah ke Goa Maria Kerep Ambarawa.

Dalam perjalanan pulang, Ibu Indriastuti Sutomo menawarkan kepada kami, hendak kemana setelah kunjungan ini? Beliau menawarkan 2 tempat, yakni antara Goa Maria Kerep Ambarawa atau Goa Maria Rosa Mistika Tuntang? Kamipun sepakat menuju Goa Maria Kerep Ambarawa.

Sesampai disana, kami segera melakukan doa yang dilakukan masing-masing, mengingat situasi yang sudah sore.

Setelah semua selesai berdoa, kami segera pulang ke Ampel. Foto-foto selengkapnya Klik disini

Adorasi

Kami tiba kembali di Gereja Ampel pada pukul 17.30 wib, beberapa orang dari anggota PPM mengikuti Adorasi di Gereja yang dipimpin oleh Bapak N. Harbono. Sayang tidak semua anggota PPM-Ampel dapat mengikuti, karena waktu yang sudah terlalu sore.

Demikian sedikit kegiatan yang dilakukan oleh PPM-Ampel, semoga dapat menggugah semangat para anggota PPM-Ampel, dan dapat juga menarik para anggota yang kurang aktif dan umat yang belum ikut menjadi anggota.

Berkah Dalem.

Rabu, 21 April 2010

Berbuahlah

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)

Jika waktu kehidupan ini dilukiskan bagai pendakian ke puncak gunung maka kita selangkah lagi lebih dekat ke puncak. Seandainya waktu ibarat anak panah yang sedang melesat maka kita kian dekat kepada titik sasaran. Namun seandainya waktu laksana stop watch atau jam pasir maka sisa kehidupan kita berkurang lagi. Sang pemazmur berkata: masa hidup kami di dunia tujuh puluh tahun dan jika kami kuat delapan tahun… ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian agar kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:10,12)

Lantas apa yang harus kita kerjakan secara pribadi maupun bersama dalam keseharian kita? Tuhan mengajak kita agar berbuah. Ya berbuah banyak dan sepanjang tahun. Sebagaimana dikatakan dalam Galatia 6:22-23 kita dipanggil dalam iman dan persekutuan dengan Roh Kudus membuahkan : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Kita harus membuahkan kebaikan (Ef 5:9) dan kebenaran (Flp 1:11).

Tuhan Yesus Kristus yang kita junjung dan sembah sampai sekarang juga masih bekerja, berkarya dan berbuah. Dia ada di tengah-tengah dunia membagi-bagikan kasih dan damaiNya, menyembuhkan yang sakit, menghibur yang berduka, memberi semangat kepada yang putus asa, mengajak pulang yang sesat, dan membangkitkan yang mati. Kita diajak menerima uluran tangan dan sapaan kasihNya. Namun bukan hanya itu. Dia juga mengajak kita melakukan hal yang sama. Pesta akan segera berakhir, mari kita bekerja keras lagi, belajar dan berkarya, berbuah bagi kehidupan. Supaya nama Allah dipermuliakan.

Doa:

Ya Allah, terima kasih atas hari, bulan dan tahun yang telah Engkau berikan. Kami menjalani hari-hari sebagai pemberian Tuhan kepada kami untuk berbuat baik, mengasihi dan melakukan hal-hal yang benar. Isilah hati kami dengan Roh Kudus agar jiwa kami damai dan sukacita. Bersama-samalah dengan kami, ya Allah dalam keseharian kami. AMIN.

Yesterday, God was with u. Today, u are under His care. Don’t worry about the Future, He will always be by your side. God Bless Us.

Kamis, 15 April 2010

Delapan Kado Indah

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

Kehadiran.
Kehadiran orang yang dikasihi adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir lewat surat , telepon, foto, atau fax. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.


Mendengar.
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.


Diam.
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalaya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.

Kebebasan.
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupannya. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "kamu bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

Keindahan.
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

Tanggapan Positif.
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya ada pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya? Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

Kesediaan Mengalah.
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

Senyuman.
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi.

Selasa, 13 April 2010

REFRESHING KE PERTAPAAN BUNDA PEMERSATU GEDONO - SALATIGA

Puji Tuhan kepada Allah yang maha Agung, atas berkat-Nya, kami Panitia Paskah Gereja Katolik Santo Andreas kesampaian juga pergi ke Pertapaan Bunda Pemersatu Gedono - Salatiga. Tidak ada tujuan khusus dari acara kami ini, hanya sekedar refreshing dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus yang telah bangkit.

Bunda Pemersatu-Gedono adalah pertapaan pertama rubiah Ordo Cisterciensis Observansi Ketat (OCSO) atau umumnya Trappist di Indonesia, didirikan pada tahun 1987. Pembangunan pertapaan yang dimulai tahun 1985 merupakan salah satu karya alm. Romo YB Mangunwijaya, Pr. Seperti karya Rm. Mangun lainnya, gaya arsitekturnya sangat berkepribadian Indonesia.

Arsitektur monastik Cisterciensis melambangkan keserasian dan keindahan ilahi. Gedung2 dan bangunan2 dalam biara monastik dibangun dengan sederhana dan bersahaja. Sungguh pun demikian, pertapaan ini sangat menarik – bahkan oleh karena kesederhanaanya itu sendiri.

Suasana teduh, hening, dan sunyi di pertapaan ini sungguh menjadi daya tarik utama. Apalagi buat orang kota yang selalu berpacu dengan waktu. Di tempat ini, waktu terasa berhenti. Kesunyian merupakan sarana yang mempermudah setiap orang untuk bertemu dan berdialog dengan Tuhan dan menjadikan Allah sungguh sebagai pusat hidup.

Para rubiah Cisterciensis mengarahkan hidupnya kepada kontemplasi. Mereka membaktikan diri seutuhnya kepada Allah semata-mata dalam kesunyian, keheningan dan doa kontinu, dan dalam pertobatan terus menerus. Untuk itu, mereka tidak melakukan karya kerasulan aktif, betapapun mendesaknya kebutuhan Gereja. Namun demikian, mereka tetap harus bekerja unuk mendapatkan nafkahnya dan untuk mengungkapkan solidaritasnya dengan kaum pekerja kecil. Bagi rubiah Cisterciensis, kerja merupakan kesempatan yang menunjang perkembangan pribadi untuk memberi diri masing2 kepada sesama.

Di biara Bunda Pemersatu Gedono, para rubiah Cisterciensis bekerja membuat hosti, yoghurt, selai dan sirup. Cetakan kartu bergambar dengan teks rohani dan doa, pembuatan rosario, dan ikon juga dikerjakan oleh mereka. Pengelolaan kebun pertapaan yang akhirnya akan menghasilkan buah dan sayur juga merupakan bagian dari kerja tangan mereka untuk menafkahi mereka sendiri.

Melalui Lectio Divina (cara monastik untuk berdoa dengan menggunakan kitab suci) komunitas rubiah Cisterciensis berkumpul untuk merayakan liturgi Ekaristi dan ibadat harian 7X sehari. Acara harian monastik merupakan keseimbangan antara doa pribadi, doa liturgi, lectio divina, dan kerja tangan. Kegiatan setiap hari mulai dengan ibadat malam sebelum matahari terbit (pk. 03.15). Kemudian diteruskan dengan doa hening bersama di gereja, lalu doa dan lectio pribadi. Dilanjutkan dengan ibadat pagi (pk. 05.45) dimana Tuhan dipuji pada permulaan hari baru.
Acara harian ditentukan oleh jam2 ibadat harian sebagai sarana untuk menguduskan diri dan Perayaan Ekaristi (pk. 07.30) sebagai puncaknya dan dilanjutkan dengan ibadat jam ketiga. Kemudian ibadat jam ke-enam (pk. 11.15) tengah hari, dan ibadat jam ke-sembilan (pk. 13.30) sesudah tengah hari. Diantara jam2 tersebut para rubiah Cisterciensis bekerja (pk. 08.15-11.00 dan pk. 13.45-15.45). Ibadat sore (pk. 16.45) dirayakan pada saat senja sebelum makan sore.
Acara harian ditutup bersamaan dengan ibadat penutup (pk. 18.55)yang diakhiri dengan nyanyian ‘Salam, Ya Ratu’ (Salve Regina) menurut tradisi monastik untuk menyerahkan diri ke dalam perlindungan Bunda Maria.

Rombongan berangkat dari Gereja Katolik Santo Andreas Ampel pada pukul 11.45 WIb dan sampai di tempat tujuan pukul 12.15 WIB dan langsung dimulai sarasehan dengan para peserta pada pukul 12.30 WIB dipimpin oleh Bapak Harsono, diikuti 25 orang peserta dan 6 orang anak.
Inti dari sarasehan ini adalah ucapan terima kasih kepada semua orang yang telah terlibat dalam perayaan Minggu Palma dan Tri Hari Suci di Gereja Katolik Santo Andreas Ampel, disamping itu penetapan nama Paduan Suara Gabungan yang beranggotakan semua umat Katolik Ampel tanpa terkecuali menjadi Paduan Suara "ADORAMUS" yang berarti persembahan untuk Tuhan, tanpa mengharapkan imbalan apapun. LAtihan koor ditetapkan setiap hari Sabtu pukul 15.00 WIB diperuntukkan untuk OMK dan Minggu pukul 15.00 WIB untuk Gabungan yang akan dilanjutkan dengan Adorasi di Gereja. Pukul 13.00 sarasehan selesai dilanjutkan dengan makan bersama sampai dengan pukul 13.45 WIB.

Pukul 14.00 WIB, rombongan mengikuti Ibadat Siang sampai dengan Pukul 14.15 WIB.

Pada pukul 14.55 WIB, rombongan kami mendapatkan Peneguhan Iman oleh Suster FX. Sri Rahayu, yang berisi antara lain :
Peneguhan Iman kita adalah saat Paskah, karena Yesus telah bangkit, mengalahkan maut. Sikap kita seharusnya adalah yakin bahwa Tuhan itu hidup, oleh karena itu hilangkan rasa ketakutan kita terhadap hidup, hilangkan kecemasan, karena Dia selalu menyertai kita.
Bila kita menderita, itu adalah karena dosa-dosa kita sendiri, tidak membawa dosa orang lain, itu adalah saat kita mengambil salib kita sendiri yang akan dipersatukan dengan salib Yesus yang telah Ia panggul demi dosa-dosa kita.

Ada firman yang mengatakan bahwa kita hidup di tengah-tengah Serigala. Serigala tidak hanya pada orang lain, tetapi juga pada diri kita sendiri. Bila kita takut kepada serigala (orang lain), maka ketakutan kita itu menjadi alasan orang lain untuk selalu was-was terhadap kita, oleh karena itu bergabunglah dengan serigala atau orang lain, jangan biarkan diri kita atau orang lain takut, karena Orang yang menakutkan adalah orang yang ketakutan, sebagai contoh, orang yang menjadi galak terhadap orang lain dalam pelayanan, karena dia sendiripun takut kalau seandainya tidak mendapat tempat dalam pelayanan ataupun tidak diperhatikan orang lain.

Bila kita berkontak atau berhubungan dengan orang lain, gunakan lubuk hati, dan pasti hasilnya baik, karena Tuhan ada dalam Lubuk Hati terdalam. Kontak dengan hati bisa dicapai bila kita bisa mengalahkan Kecurigaan, Kecemasan dan Ketakutan.

Bila ada serigala diantara kita, cobalah untuk bersahabat dengannya. Bila kita merasa sakit bila kita disakiti orang lain, maka itu menandakan bahwa ego kita besar. Hilangkan rasa dendam dalam hati agar kita bisa hidup dalam kebenaran. Kita harus mencontoh Bunda Maria yang mengatakan "YA" tidak pernah maju mundur dan berhati seluas samudra (tak terbatas). Buatlah hati kita menjadi peka untuk senantiasa bersyukur setiap saat atas kebaikan Tuhan yang telah kita terima. Kita juga harus senantiasa ingat bahwa Penderitaan adalah Guru Terbaik untuk Hidup.

Pada pukul 16.45 WIB, rombongan mengikuti Ibadat Sore yang begitu menenangkan hati. Setidaknya kami bisa merasakan kehadiran Tuhan di tengah-tengah kami. Selesai Ibadat Sore, kami pulang.

Demikianlah sekilas perjalanan kami ke Pertapaan Bunda Pemersatu Gedono. Marilah kita tingkatkan semangat pengabdian kita dengan hati tulus, tanpa pamrih apapun.

Salam dan doa kami selalu. Berkah Dalem.